Tuesday, April 1, 2014

Social Network

Standard
BBM di Android & iOS

Apa yang Anda bayangkan ketika mendengar kata BlackBerry Messenger (BBM)?. Selain seluk beluk kisah tentang aplikasi yang akan digunakan pada platform Android dan iOS, juga tak bisa dipungkiri tentang ketenaran aplikasi social chat yang digandrungi oleh 60 juta pengguna di seluruh dunia.

Tapi apakah pernah terpikir dalam benak tentang siapa sebenarnya dalang di balik kesuksesan besar aplikasi yang biasa disebut BBM? Dialah Garry Klassen. Garry Klassen, ia tidaklah seperti pendiri Facebook Mark Zuckerberg, pencipta Twitter Jack Dorsey, atau pendiri situs jejaring sosial Tumblr seharga Rp1 triliun David Karp yang memiliki latar belakang pendidikan teknologi informasi. Garry hanyalah lulusan University of Waterloo jurusan Geologi tahun 1992 yang pernah masuk ke gua untuk mencari emas dan bekerja di ladang minyak. Garry seorang lulusan Geologi yang sepenuhnya belajar teknologi informasi.


Proyek BlackBerry Messenger mulai berjalan sejak 2005 dengan tim kecil, yang bahkan dipertemukan antara anggota satu dengan yang lainnya karena ketidaksengajaan. Salah satu anggota tim adalah pelajar dari Mississauga yang tengah berkesperimen dengan aplikasi instant-messaging ciptaannya sendiri dan mengirimkannya ke perusahaan Research In Motion. Alhasil ia direkrut menjadi tim BBM. Tim BBM juga harus terlatih untuk memperjuangkan proyek pesan instan ini. Dikatakan oleh Garry, ia dan timnya terkadang harus kabur dari meeting untuk mengerjakan proyek BBM. Sebagaimana laiknya proses sesuatu yang akan menjadi besar nantinya, pengerjaan BBM tidak berjalan mulus.  Tim menghadapi beberapa kegagalan dan kesalahan-kesalahan pada mulanya. Terlebih, tekanan yang dirasakan oleh Garry cs berlipat-lipat karena harus bersaing dengan MSN dan AOL Instant Messenger yang tengah populer masa itu. Salah satu yang diperdebatkan oleh tim adalah indikator dengan huruf D dan R yang menandakan pesan telah terkirim dan dibaca oleh penerima pesan. Yang ternyata menjadi salah satu bagian penting di aplikasi BBM. Menurut Garry, indikator itu amatlah penting bagi pengguna.


"Kami mengujicoba banyak hal yang akhirnya gagal. Tapi dari kesalahan-kesalahan itulah yang menghasilkan inovasi baru yang lebih penting" kisah Garry sebagaimana dikutip dari Therecord, Senin (3/9/2013).

Kelebihan Aplikasi BBM di Android & iOS
Tidak bisa dipungkiri, BBM masih merupakan aplikasi chat terpopuler dengan pengguna terbanyak saat ini. Bahkan sebagian besar pengguna smartphone Blackberry mengaku, fitur BBM adalah tujuan utama mereka menggunakan ponsel tersebut. Kehadiran, Aplikasi BBM di Android & iOS jelas merupakan kabar baik bagi mereka yang tidak memiliki Blackberry, sehingga mereka tidak lagi harus memiliki 2 smartphone sekaligus. Keuntungan lainnya, pemilik smartphone dapat menghemat biaya pengeluaran untuk berlangganan paket yang sedianya harus mereka keluarkan untuk Android/iOS dan Blackberry setiap bulannya.

Kekurangan Aplikasi BBM di Android & iOS
Membahas kekurangan Aplikasi BBM di Android & iOS, setidaknya kami merangkum ada 6 kelemahan dan kekurangan  Aplikasi BBM di Android & iOS. (Untuk kekurangan lainnya yang kami temukan, akan kami tambahkan berikutnya). Apa saja kah itu?
  • Fitur Pengaturan Profil Picture (gambar PP) - Gambar PP menampilkan foto pemilik BB. Kita dapat mengganti foto profil dengan bebas, membesar-mengecilkan foto, memutar, dsb, sebelum kita merasa pas untuk menyimpannya sebagai foto PP. Namun sayangnya, fitur pengaturan gambar PP pada Aplikasi BBM di Android & iOS tidak menyediakan fitur untuk membesar-mengecilkan foto secara keseluruhan, sehingga foto yang berbentuk memanjang (landscape maupun portrait) tidak bisa ditampilkan secara utuh. Ada bagian yang harus terpotong (crop).
  • Fitur Auto-Text - Auto Text adalah kumpulan ikon, simbol, maupun teks unik, baik satuan maupun  susunan yang membentuk pesan secara simbolik yang unik. Pada platform Blackberry, kita dapat menyimpan koleksi autotext ini dan menggunakannya sewaktu-waktu dengan hanya mengetikkan kata-kata pengganti. Kekurangan aplikasi BBM di Android & iOS lagi-lagi tidak mendukung adanya fitur Auto text ini.
  • Membuat Kategori Kontak - Bagi pengguna yang memiliki banyak kontak, tentunya seringkali memilah kontak dipisahkan berdasarkan kategori. Misalnya: 'Teman Kuliah' ,'Teman Kerja', 'Keluarga' ,dsb. Hal tersebut sangat membantu pengguna untuk menemukan kontak secara cepat. Tidak tersedianya opsi tersebut merupakan salah satu kekurangan aplikasi BBM di Android & iOS.
Beberapa kekurangan tersebut memang dapat dimaklumi mengingat keberadaan aplikasi BBM di Android & iOS masih sangat baru. Umumnya, berbagai penyempurnaan akan ditambahkan sedikit demi sedikit mengikuti versi berikutnya, seperti halnya aplikasi lainnya.

Keamanan BBM
Metode pengiriman pesan secara langsung antar BBM ini dipandang sebagai "cara berkomunikasi yang paling rentan dalam hal keamanan". PIN-to-PIN messaging bisa diakses lewat menu "Compose PIN" dalam aplikasi "Messages" di smartphone BlackBerry. Cara pengiriman pesan ini memungkinkan pengguna BlackBerry mengirim pesan serupa e-mail ke pengguna BlackBerry lainnya dengan cara memasukkan PIN yang dituju. 

Protokol PIN-to-PIN juga dipakai oleh aplikasi instant messaging BlackBerry Messenger (BBM). Pesan PIN-to-PIN bisa dicegat dan dibaca oleh pengguna BBM manapun di seluruh dunia. Karena itulah, layanan itu dinyatakan tak cocok untuk "berkirim pesan sensitif".

Meskipun pesan PIN-to-PIN sejatinya dienkripsi, yang dipakai untuk itu adalah kunci cryptographic global yang dipakai oleh semua perangkat BlackBerry di seluruh dunia. Perangkat BlackBerry milik siapapun bisa men-decrypt pesan PIN-to-PIN yang dikirim dari smartphone BlackBerry manapun.

Pengalaman saya menggunakan BBM di android cukup memuaskan. Ya karena tidak sepeti BBM pada Blackberry yang harus memakai paket BIS (Blackberry Intenert Service) baru bisa terhubung. Kalau di android cukup dengan paket data unlimited/kuota sudah bisa terhubung, jika tidak ada paket internet bisa menggunakan wifi agar BBM-nya bisa terhubung. Sedangkan BBM di Blackberry tidak bisa menggunakan wifi, yang bisa hanya seri Q dan Z itupun dengan harga yang cukup merogoh kocek. Dengan android harga sekitar 500 ribu sudah bisa menikmati BBM, inilah alasan saya menggunakan BBM pada android. Memang tidak sesempurna dengan BBM pada Blackberry, tapi dengan seiringnya waktu developer terus meningkatkan kualitas dengan fitur fitur yang menarik, seperti baru-baru ini BBM merilis fitur stickers seperti aplikasi Line atau Kakao yang makin menambah minat pengguna. 

Sumber 1
Sumber 2
Sumber 3

0 comments:

Post a Comment